Home » » Sejarah Singkat Tentang Wayang Indonesia

Sejarah Singkat Tentang Wayang Indonesia

beranda-brigaspad,
Keberadaan wayang, baik itu wayang kulit, wayang orang, maupun wayang golek dan juga beragam wayang (setidaknya ada lebih dari 40 jenis wayang) di tanah air indonesia ini telah menjadi khasanah tersendiri. Wayang yang pada tanggal 7 November 2003, resmi diakui sebagai warisan budaya Indonesia ini menjadi saksi tinggina kebudayaan dimasa lampau.

Darimana awal mula wayang, kaitannya dengan kisah mahabarata dan ramayana yang notabene berasal dari tanah india? Berikut sejarah singkat tentang sejarah singkat perkembangan wayang di Indonesia.

Mengenal lebih lanjut tentang wayang

Wayang, merupakan salah satu bentuk teater tradisional yang paling tua. Pada masa pemerintahan Raja Balitung, telah ada petunjuk adanya pertunjukan wayang, yaitu yang terdapat pada prasasti Balitung dengan tahun 907 Masehi, yang mewartakan bahwa pada saat itu telah dikenal adanya pertunjukan wayang.

wayang-cina-siam-kamboja

Prasasti berupa lempengan tembaga dari Jawa Tengah; Royal Tropical Institute, Amsterdam, contoh prasasti ini dapat dilihat dalam lampiran buku Claire Holt Art in Indonesia: Continuities and Changes,1967 terjemahan Prof.Dr.Soedarsono(MSPI-2000-hal 431).

Tertulis sebagai berikut:

Dikeluarkan atas nama Raja Belitung teks ini mengenai desa Sangsang, yang ditandai sebagai sebuah tanah perdikan, yang pelaksanaannya ditujukan kepada dewa dari serambi di Dalinan. Lagi setelah menghias diri dengan cat serta bunga-bunga para peserta duduk di dalam tenda perayaan menghadap Sang Hyang Kudur. “Untuk keselamatan bangunan suci serta rakyat” pertunjukan (tontonan) disakilan. Sang Tangkil Hyang sang (mamidu), si Nalu melagukan (macarita) Bhima Kumara, serta menari (mangigal) sebagai Kicaka; si Jaluk melagukan Ramayana; si Mungmuk berakting (mamirus) serta melawak (mebanol), si Galigi mempertunjukkan Wayang (mawayang) bagi para Dewa, melagukan Bhimaya Kumara.

Pentingnya teks ini terletak pada indikasi yang jelas bahwa pada awal abad ke-10, episode-episode dari Mahabharata dan Ramayana dilagukan dalam peristiwa-peristiwa ritual. Bhimaya Kumara mungkin sebuah cerita yang berhubungan dengan Bima boleh jadi telah dipertunjukan sebagai sebuah teater bayangan (sekarang: wayang purwa). Dari mana asal-usul wayang, sampai saat ini masih dipersoalkan, karena kurangnya bukti-bukti yang mendukungnya. Ada yang meyakini bahwa wayang asli kebudayaan Jawa dengan mengatakan karena istilah-istilah yang digunakan dalam pewayangan banyak istilah bahasa Jawa.

Dr.G.A.J.Hazeu, dalam detertasinya Bijdrage tot de Kennis van het Javaansche Tooneel (Th 1897 di Leiden, Negeri Belanda) berkeyakinan bahwa pertunjukan wayang berasal dari kesenian asli Jawa. Hal ini dapat dilihat dari istilah-istilah yang digunakan banyak menggunakan bahasa Jawa misalnya, kelir, blencong, cempala, kepyak, wayang. Pada susunan rumah tradisional di Jawa, kita biasanya akan menemukan bagian-bagian ruangan: emper, pendhapa, omah mburi, gandhok senthong dan ruangan untuk pertujukan ringgit (pringgitan), dalam bahasa Jawa ringgit artinya wayang. Bagi orang Jawa dalam membangun rumahpun menyediakan tempat untuk pergelaran wayang. Dalam buku Over de Oorsprong van het Java-ansche Tooneel - Dr.W Rassers mengatakan bahwa, pertunjukan wayang di Jawa bukanlah ciptaan asli orang Jawa. Pertunjukan wayang di Jawa, merupakan tiruan dari apa yang sudah ada di India. Di India pun sudah ada pertunjukan bayang-bayang mirip dengan pertunjukan wayang di Jawa.

Dr.N.J. Krom sama pendapatnya dengan Dr. W. Rassers, yang mengatakan pertunjukan wayang di Jawa sama dengan apa yang ada di India Barat, oleh karena itu ia menduga bahwa wayang merupakan ciptaan Hindu dan Jawa. Ada pula peneliti dan penulis buku lainnya yang mengatakan bahwa wayang berasal dari India, bahkan ada pula yang mengatakan dari Cina. Dalam buku Chineesche Brauche und Spiele in Europa - Prof G. Schlegel menulis, bahwa dalam kebudayaan Cina kuno terdapat pergelaran semacam wayang.

Pada pemerintahan Kaizar Wu Ti, sekitar tahun 140 sebelum Masehi, ada pertunjukan bayang-bayang semacam wayang. Kemudian pertunjukan ini menyebar ke India, baru kemudian dari India dibawa ke Indonesia. Untuk memperkuat hal ini, dalam majalah Koloniale Studien, seorang penulis mengemukakan adanya persamaan kata antara bahasa Cina Wa-yaah (Hokian), Wo-yong (Kanton), Woying (Mandarin), artinya pertunjukan bayang-bayang, yang sama dengan wayang dalam bahasa Jawa.

Meskipun di Indonesia orang sering mengatakan bahwa wayang asli berasal dari Jawa/Indonesia, namun harus dijelaskan apa yang asli materi wayang atau wujud wayang dan bagaimana dengan cerita wayang. Pertanyaannya, mengapa pertunjukan wayang kulit, umumnya selalu mengambil cerita dari epos Ramayana dan Mahabharata? Dalam papernya Attempt at a historical outline of the shadow theatre Jacques Brunet, (Kuala Lumpur, 27-30 Agustus 1969), mengatakan, sulit untuk menyanggah atau menolak anggapan bahwa teater wayang yang terdapat di Asia Tenggara berasal dari India terutama tentang sumber cerita. Paper tersebut di atas mencoba untuk menjelaskan bahwa wayang mempunyai banyak kesamaan terdapat di daerah Asia terutama Asia Tenggara dengan diikat oleh cerita-cerita yang sama yang bersumber dari Ramayana dan Mahabharata dari India. Sejarah penyebaran wayang dari India ke Barat sampai ke Timur Tengah dan ke timur umumnya sampai ke Asia Tenggara.

Di Timur Tengah, disebut Karagheuz, di Thailand disebut Nang Yai & Nang Talun, di Cambodia disebut Nang Sbek & Nang Koloun. Dari Thailand ke Malaysia disebut Wayang Siam. Sedangkan yang langsung dari India ke Indonesia disebut Wayang Kulit Purwa. Dari Indonesia ke Malaysia disebut Wayang Jawa. Di Malaysia ada 2 jenis nama wayang, yaitu Wayang Jawa (berasal dari Jawa) dan Wayang Siam berasal dari Thailand.

Abad ke-4 orang-orang Hindu datang ke Indonesia, terutama para pedagangnya. Pada kesempatan tersebut orang-orang Hindu membawa ajarannya dengan Kitab Weda dan epos cerita maha besar India yaitu Mahabharata dan Ramayana dalam bahasa Sanskrit. Abad ke-9, bermunculan cerita dengan bahasa Jawa kuno dalam bentuk kakawin yang bersumber dari cerita Mahabharata atau Ramayana, yang telah diadaptasi kedalam cerita yang berbentuk kakawin tersebut, misalnya cerita-cerita seperti: Arjunawiwaha karangan Empu Kanwa, Bharatayuda karangan Empu Sedah dan Empu Panuluh, Kresnayana karangan Empu Triguna, Gatotkaca Sraya karangan Empu Panuluh dan lain-lainnya. Pada jamannya, semua cerita tersebut bersumber dari cerita Mahabharata, yang kemudian diadaptasi sesuai dengan sejarah pada jamannya dan juga disesuaikan dengan dongeng serta legenda dan cerita rakyat setempat. Dalam mengenal wayang, kita dapat mendekatinya dari segi sastra, karena cerita yang dihidangkan dalam wayang terutama wayang kulit umumnya selalu diambil dari epos Mahabharata atau Ramayana. Kedua cerita tersebut, apabila kita telusuri sumber ceritanya berasal dari India. Mahabharata bersumber dari karangan Viyasa, sedangkan Epos Ramayana karangan Valmiki.

peta-penyebaran-wayang-dari-cina


(Lihat: buku Traditional Drama And Music of Southeast Asia - Edited by M.Taib Osman, Terbitan Dewan Bahasa dan Pustaka, Kuala Lumpur. Th. 1974)

Hal ini diperkuat fakta bahwa cerita wayang yang terdapat di Asia terutama di Asia Tenggara yang umumnya menggunakan sumber cerita Ramayana dan Mahabharata dari India. Cerita-cerita yang biasa disajikan dalam wayang, sebenarnya merupakan adaptasi dari epos Ramayana dan Mahabharata yang disesuaikan dengan cerita rakyat atau dongeng setempat. Dalam sejarahnya pertunjukan wayang kulit selalu dikaitkan dengan suatu upacara, misalnya untuk keperluan upacara khitanan, bersih desa, menyingkirkan malapetaka dan bahaya. Hal tersebut sangat erat dengan kebiasaan dan adat-istiadat setempat.

Dalam menelusuri sejak kapan ada pertunjukan wayang di Jawa, dapat kita temukan berbagai prasasti pada jaman raja-raja Jawa, antara lain pada masa Raja Balitung. Namun tidak jelas apakah pertunjukan wayang tersebut seperti yang kita saksikan sekarang. Pada masa pemerintahan Raja Balitung, telah ada petunjuk adanya pertunjukan wayang. Hal ini juga ditemukan dalam sebuah kakawin Arjunawiwaha karya Empu Kanwa, pada jaman Raja Airlangga dalam abad ke-11. Oleh karenanya pertunjukan wayang dianggap kesenian tradisi yang cukup tua. Sedangkan bentuk wayang pada pertunjukan di jaman itu belum jelas tergambar bagaimana bentuknya. Pertunjukan teater tradisional pada umumnya digunakan untuk pendukung sarana upacara baik keagamaan ataupun adat-istiadat, tetapi pertunjukan wayang kulit dapat langsung menjadi ajang keperluan upacara tersebut. Ketika kita menonton wayang, kita langsung dapat menerka pertunjukan wayang tersebut untuk keperluan apa. Hal ini dapat dilihat langsung pada cerita yang dimainkan, apakah untuk keperluan menyambut panen atau untuk ngruwat dan pertunjukan itu sendiri merupakan suatu upacara.

sumber:
Buku Pedalangan untuk SMK, Penerbit Departemen Pendidikan Nasional

Written by : brigaspad - Media Paskibra Indonesia

Brigaspad atau dipanjangkan menjadi Brigade Tugas Pelajar Andalan adalah nama satuan organisasi paskibra SMKN 1 Cikarang Barat. Dengan tekad dan semangat kebersamaan dan kekeluargaan, kami berharap media ini dapat bermanfaat bagi setiap pembaca, terima kasih.

Join Me On: Facebook | Twitter | Google Plus :: Thank you for visiting ! ::

8 comments:

  1. wayang itu asalnya dari Bumi Nusantara. kalaupun ada wayang di luar Nusantara, itu dibawa oleh pedagang Nusantara. dan beradaptasi di lingkungan rantauan mereka masing masing.

    ReplyDelete
    Replies
    1. AnonymousJune 27, 2014

      contoh katak dalam tempurung yang tidak mau melihat dunia luar...

      Delete
    2. kami sekeluarga tak lupa mengucapkan puji syukur kepada ALLAH S,W,T
      dan terima kasih banyak kepada AKI atas nomor togel.nya yang AKI
      berikan 4 angka 7782 alhamdulillah ternyata itu benar2 tembus AKI.
      dan alhamdulillah sekarang saya bisa melunasi semua utan2 saya yang
      ada sama tetangga.dan juga BANK BRI dan bukan hanya itu AKI. insya
      allah saya akan coba untuk membuka usaha sendiri demi mencukupi
      kebutuhan keluarga saya sehari-hari itu semua berkat bantuan AKI..
      sekali lagi makasih banyak ya AKI… bagi saudara yang suka main togel
      yang ingin merubah nasib seperti saya silahkan hubungi AKI SOLEH,,di no (((082-313-336-747)))
      insya allah anda bisa seperti saya…menang togel 275
      juta, wassalam.


      dijamin 100% jebol saya sudah buktikan...sendiri....







      Apakah anda termasuk dalam kategori di bawah ini !!!!


      1"Dikejar-kejar hutang

      2"Selaluh kalah dalam bermain togel

      3"Barang berharga anda udah habis terjual Buat judi togel


      4"Anda udah kemana-mana tapi tidak menghasilkan solusi yg tepat


      5"Udah banyak Dukun togel yang kamu tempati minta angka jitunya
      tapi tidak ada satupun yang berhasil..







      Solusi yang tepat jangan anda putus asah....AKI SOLEH akan membantu
      anda semua dengan Angka ritwal/GHOIB:
      butuh angka togel 2D 3D 4D SGP / HKG / MALAYSIA / TOTO MAGNUM / dijamin
      100% jebol
      Apabila ada waktu
      silahkan Hub: AKI SOLEH DI NO: (((082-313-336-747))) KLIK DISINI



      angka GHOIB: singapur 2D/3D/4D/



      angka GHOIB: hongkong 2D/3D/4D/



      angka GHOIB; malaysia



      angka GHOIB; toto magnum 4D/5D/6D/



      angka GHOIB; laos



      Delete
  2. cerita wayang berasal dari india yang beragama hindu.setelah kehancuran kerajaan Majapahit yang hindu ketangan orang-orang Islam yang dipimpin para wali yang kebanyakan dari cina,dan beragama islam beraliran syiah-cerita wayang banyak mengadopsi dari agama lain sepeti yahudi-kristen dan islam yg beraliran syiah.Dalam pagelaran wayang kulit banyak perangkat seperti gamelan menunjukan bahwa budaya cina sangat mendominasi.

    ReplyDelete
  3. jika ingin tahu falsafah jawa lihatlah wayang kulit.meskipun cerita aslinya dari hindu,setelah ke jawa bentuknya berubah.Di India tidak ada Semar-Gareng-Petruk dan Bagong tapi dalam cerita wayang di Jawa selalu ada.Karena mereka bukan sekedar nama tapi mempunyai arti yang sangat dalam.Siapapun yang berhasil menyelesaikan persolan disitu mereka berada.Keempat nama itu punya filosofi yang sangat dalam karena orang jawa bilang di OTHAK ATHIK GATHUK.Tepat diterapkan dalam masyarakat luas maupun pribadi.Itulah hebatnya cerita wayang jawa

    ReplyDelete
  4. Bangsa ini terpuruk karena kurangmenghargai budayanya sendiri bahkan banyak yang meninggalkan dan tidak tahu"APA ITU WAYANG".yang mengandung filosofi jawa.Dalam setiap pagelaran selalu diawali dengan istilah "NYONDRO" disitu (negri apapun) selalu dikatakan negri yang panjang-punjung-pasir-wukir loh jinawi.panjang artinya banyak diceritakan tentang kebaikanya-punjung artinya punya wibawa.pasir artinya laut (maritim) punya pelabuhan.wukir artinya gunung atau daratan yang dimaksud negara agraris.kalo ini dikelola dg benar negara kita akanmakmur apaun yg yang kita tanam pasti tumbuh dan semua harga akan terjangkau.Sebenarnya jika mau melaksanakan apa yang terkandung dalam falsafah jawa KORUPTOR tidak ada.Orang atau manusia dalam bahasa jawa dikatakan SUJONO itu artinya CURIGA.Setiap orang harus dicurigai bahkan dirinya sendiripun harus dicurigai.Tapi UU malah tidak menghendaki karena sang pembuat UU banyak yang bernasalah.Dibuatlah peraturan PRADUGA TAK BERSALAH untuk melindungi diri sang pembuat UU.Dalam falsafah jaw tak jauh berbeda dengan iIslam.Kalo benar-benar mengaku orang Islam buatlah peraturan PEMBUKTIAN TERBALIK .karena diakhirat nanti kita semua akan diadili.Dalam pengadilan yang bicara bukan mulut-tetapi anggota badan yang lain.Jika itu dilaksanakan bukan pengacara hitam yang suka nyogok pejabat yang bicara tetapi harta yg dimiliki sang KORUPTOR itulah yang bicara.

    ReplyDelete
  5. wayang itu sebenarnya bukan berasal dari cina,, :) melainkan dari peradaban indonesia itu sendiri,,, para wali juga bkan berasal dari cina melainkan keturunan orang-orang arab yang berdagang melewati cina kemudian ke indonesia... itu setau saya

    karena saya baru saja belajar sejarah kebudayaan indonesia, jadi sy tau betul bagaimana wayang itu tercipta. jadi wayang sebenarnya berasal dari relief-relief candi pada masa kerajaan jawa kuno.. relief berfngsi menceritakan kisah-kisah leluhur mereka, para dewa, dan juga sebagai sesembahan. baer tahun-tahn atau berabad-abad penggunaan relief sebagai simbol cerita itu semakin menurun, dan kemauan masyarakat jawa ntuk membat relief candi sudah berkurang (bisa dibuktikan dengan perbedaan candi zaman kuno dan candi zaman baru yang candinya semakin terlihat kurang bagus dibandingkan pada jaman kuno yang lebih rumit) nah pada masa itu , penceritaan tentang kisah leluhur itu di ubah oleh raja jaya baya ke dalam lembaran kertas yang terbuat dari kayu atau kertas papirus, (jayabaya meniru relief ramayana pada candi penataran di blitar jawatimur) kemudian kertas tersebut diukir sebagaimana gambaran pada relief, yang kemdian di gelar pada malam hari untuk menceritakan kisah-kisah leluhur, serta menggunakan lampor sebagai obor untuk menciptakan bayangan, dan setelah selesai bercerita kertas itu digulung kembali, dan digelar lagi pada malam berikutnya. dari sini lah wayang kemudian tercipta, wayang kulit asli jawa yang pertama itu masih bertemakan hindu budha, dan bentuk wayang nya pun kalau dilihat sangat mirip sekali dengan wayang kulit bali (wayang bali merupakan peninggalan dari kerajaan hindu dari jawa timur yang melarikan diri ke pulau dewata saat islam masuk). nah setelah islam masuk, baru wayang kulit kemudian dirubah bentuk lagi oleh seorang wali yang dikenal hingga sekarang. jadi wayang itu benar-benar asli dari indonesia khususnya jawa. :)

    ReplyDelete

Silahkan komentar Anda!
maaf! komentar bernada SPAM, dan Sara akan Dihapus.
terima kasih.